ROTARY DIPOLE untuk Band 80m

Artikel

Oleh YC0PERidwan Lesmana



Pada LEMLOKTA Edisi-04 yang lalu, penulis sudah menguraikan secara detail bagaimana mengatasi masalah mendirikan antenna untuk Band 80 meter dengan rancangan antenna yang disebut SHORTY DIPOLE.

Nah, tentunya ada kelebihan dan kekurangan dari antenna Shorty Dipole tsb. Plusnya adalah kita bisa transmit pada Band 80 m ( atau bahkan Band 160 m sesuai rancangan yang kita buat ) dan melakukan Ragchewing dengan rekan-rekan amatir radio lainnya.

 


Kekurangannya, adalah :

1. Bandwidthnya sempit, hanya sekitar 50 KHz saja pada SWR 1 : 2.
2. Jika antena dibuat dari kawat tembaga, maka antena Shorty Dipole tidak dapat diputar-putar.


Untuk mengatasi kekurangan nomor 2, maka antenna Shorty Dipole bisa dibuat dari bahan Aluminium tubing sehingga lebih kokoh dan keunggulan lainnya adalah bisa diputar sesuai arah pancaran yang kita kehendaki. Antena ini biasa dikenal dengan nama ROTARY DIPOLE, walaupun banyak Rotary Dipole yang tidak bisa diputar karena dipasang mati pada tiang antenna atau Tower.

Perbedaan lain antara SHORTY DIPOLE dengan ROTARY DIPOLE selain dari bahan konduktor yang dipakai, juga dari panjang antenna yang kita buat. Sulit untuk membuat ROTARY DIPOLE dengan panjang Full Size Dipole pada Band 80 m atau 160 m karena akan sangat panjang, yaitu sekitar 38m untuk Band 80 m dan sekitar 78 m untuk Band 160 m. Kalaupun dipaksakan, maka konstruksi mekaniknya akan sangat mahal.

Jadi, panjang ROTARY DIPOLE biasanya tidak lebih panjang dari 15 meter untuk Band 160 m, Band 80 m ataupun Band 40 m.

Untuk Band 20 m, 15 m dan 10 m bisa dibuat ROTARY DIPOLE yang Full Size Dipole karena panjangnya maksimum cuma 10 meter.


Dalam membuat ROTARY DIPOLE, maka beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

 

  1. Agar titik berat antenna bisa dekat dengan feed point, maka ukuran Aluminium tubing yang dipakai harus dari diameter besar, disambung dengan diameter yang lebih kecil dan disambung lagi dengan diameter yang lebih kecil lagi. Hal ini berguna agar antenna Rotary Dipole yang dihasilkan tidak terlalu melengkung kebawah seperti busur panah.
  2. Taping Aluminium tubing bisa dimulai dari ukuran 1 ½ inch, dilanjutkan 1 ¼ inch, 1 inch, 7/8 inch, ¾ inch, 5/8 inch, ½ inch dan 3/8 inch.
  3. Agar diperhatikan bahwa Rotary Dipole yang tidak Full size Dipole juga memerlukan Loading Coil seperti juga pada Shorty Dipole, dengan perhitungan yang sama. Jadi, letak Loading Coil agar diperhatikan dan Loading Coil harus digulung diatas Isolator, dimana ujung-ujung Isolator akan terhubung dengan tubing Aluminium yang terletak disebelah kiri dan kanan dari Loading Coil.
  4. Untuk Isolator bagi Loading Coil, rekan-rekan bisa memakai pipa PVC. Ukuran pipa PVC tergantung pada letak Loading Coil dan susunan taping pipa Aluminium yang digunakan.
  5. Agar antenna ROTARY DIPOLE tidak terlalu melengkung kebawah seperti busur panah ( karena beratnya ) dan terlihat lebih menarik, maka sayap kiri dan sayap kanan dari Rotary Dipole bisa dipasang “ tidak dalam satu garis lurus “. Maksudnya, jika dari dilihat dari feed point, maka sayap kiri Rotary Dipole dipasang sedikit naik keatas sekitar 15 derajat dari garis horizontal dan sayap kanan Rotary Dipole dipasang sedikit naik keatas sekitar 15 derajat juga terhadap garis horizontal, maka antenna Rotary Dipole tsb tidak berbentuk seperti busur panah, malahan dari jauh terlihat seperti sayap burung yang sangat besar.
  6. Mohon diperhatikan bahwa bagian feed point ROTARY DIPOLE harus dipisahkan antara sayap kiri dan sayap kanan Rotary Dipole tsb dengan jarak sekitar 5 cm dan kedua batang Aluminium harus terisolasi dari plat pengikatnya. Penulis memakai plat stainless steel dengan kedua ujung batang Aluminium diberi isolasi dari ring plastic yang khusus dibuat untuk maksud tsb dengan bantuan seorang teman. Rekan-rekan bisa memakai pipa PVC dengan panjang sekitar 50 cm, kalau perlu dilapis dua dengan diameter pipa PVC yang berbeda, sebelum mengencangkan Rotary Dipole dengan U-Bolt pada plat besi untuk kemudian plat besi diikat lagi ke tiang antenna dengan U-Bolt lagi.
  7. Makin besar ukuran diameter Aluminium tubing bagian tengah, tentunya antenna Rotary Dipole tsb akan makin kokoh dan tentunya biaya pembuatannya akan makin mahal !.



OK, mari kita mulai menghitung berapa panjang ROTARY DIPOLE yang akan kita buat.

Kita akan langsung saja pada contoh bagaimana men-design antenna ROTARY DIPOLE untuk Band 80m dan antenna tsb akan dipasang pada lahan yang sempit dengan ketinggian sekitar 12meter dari tanah.

Center frekwensi kerja yang diinginkan adalah 3,815 MHz.

Dari rumus panjang Full Size Dipole yang Rekan-rekan bisa lihat pada LEMLOKTA Edisi-01, maka diperoleh panjang Full Size Dipole adalah 0,95 x ½ x ( 300 / 3,815 ) meter = 37,35 m.


Keterangan :

0,95 adalah Velocity Factor pada logam Aluminium. ½ adalah ½ lambda gelombang. 300 adalah kecepatan gelombang radio di udara yaitu 3 x 108 meter/detik. 3,815 adalah center frekwensi dari frekwensi kerja yang diinginkan.

Agar panjang Rotary Dipole tidak terlalu panjang, maka Penulis mengambil Dimensi A sebesar 40 % dari Full Size Dipole, maka Dimensi A akan menjadi 40 % x 37,35 meter = 14,941 meter.

Dengan Dimensi A 14,941 meter atau 1494,1 cm, maka Dimensi 0,5 A adalah 747,05 cm. Dengan demikian, panjang sayap kiri dan kanan dari Rotary Dipole tsb adalah 747,05 cm, terhitung dari center.

Jika dirasakan masih terlalu panjang, tentunya Rekan-rekan bisa saja mengambil angka lebih kecil dari 40 % agar panjang Rotary Dipole bisa lebih pendek. Untuk angka 35 % dari Full Size Dipole, maka akan menghasilkan panjang Dimensi A sebesar 13,07 meter dan untuk angka 30 % dari Full Size Dipole maka akan menghasilkan panjang 11, 205 meter.

Kita tetap akan mempergunakan Grafik yang dibuat oleh K1TD – Jerry Hall sebagai berikut;


Masih ingat dalam LEMLOKTA Edisi-04, bahwa Dimensi B dalam % adalah :

( Dimensi B / 0,5 A ) x 100 %



Agar antenna Rotary Dipole bekerja secara effisien, maka Dimensi B biasanya diambil sekitar

65 % - 80 %.

Penulis mengambil Dimensi B sebesar 68 %, berarti letak ujung sambungan Loading Coil pada titik yang paling dekat dengan center feed point adalah 68 % x ½ A atau 0,68 x ½ x 1494,1 cm = 508 cm.

Gap antara sayap kiri dan sayap kanan Rotary Dipole Penulis ambil sebesar 5 cm, sehingga ujung Aluminium sayap kiri berada 2,5 cm dari center. Sebagai illustrasi, penulis memberikan Gambar Rotary Dipole 80m pada halaman terakhir dari artikel ini.

Dari Dimensi A dan Dimensi B yang sudah kita tentukan semula, kemudian kita gunakan Grafik untuk menentukan berapa besar reaktansi Induktive ( XL dalam Ohm ) dari Loading Coil yang dibutuhkan.



Selanjutnya, silakan klik di sini untuk download artikel ini selengkapnya...

 
Galeri Foto
JABAR FIELDDAY 2012-Pangandaran

Kami mengucapkan Terimakasih yang tidak terhingga kepada YC1PWW (Pangmekar Sugiaman), yang telah menyumbangkan gambar2 menarik dari kegiatan JABAR FielDay 2012 di Pangandaran.

 

 
ORARI dan Merapi

 
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday562
mod_vvisit_counterYesterday8790
mod_vvisit_counterThis Week13370
mod_vvisit_counterLast Week26926
mod_vvisit_counterThis Month38971
mod_vvisit_counterLast Month18312
mod_vvisit_counterAll917451
We have: 5 guests, 1 bots online
Your IP: 54.91.65.228
 , 
Today: Jul 10, 2014